Merencanakan liburan di Indonesia sangat bergantung pada kondisi cuaca lokal di tiap destinasi. Selisih jarak beberapa puluh kilometer atau perbedaan ketinggian (elevasi) antara pesisir dan pegunungan dapat menghasilkan suhu udara yang jauh berbeda.
1. Bali & Nusa Tenggara (Denpasar, Ubud, Mandalika, Labuan Bajo)
Periode terbaik untuk wisata pantai, menyelam (diving), dan berlayar di perairan Bali hingga Flores adalah antara Mei hingga awal Oktober. Pada bulan-bulan ini, angin timuran dari benua Australia membawa udara kering yang membuat langit biru cerah, kelembapan lebih nyaman, dan risiko hujan sangat rendah. Khusus kawasan dataran tinggi seperti Ubud, Kintamani, dan Bedugul, siapkan jaket tipis karena suhu malam hari pada bulan JuliโAgustus bisa turun hingga 16ยฐCโ18ยฐC.
2. Dataran Tinggi Jawa (Lembang, Puncak Cisarua, Dieng, Kota Batu & Bromo)
Kawasan pegunungan di Pulau Jawa memiliki daya tarik udara sejuk sepanjang tahun. Saat puncak musim kemarau (JuliโAgustus), langit bersih tanpa awan di malam hari memicu pelepasan panas permukaan secara cepat. Di Dataran Tinggi Dieng dan Bromo, fenomena ini bahkan dapat memunculkan embun es (embun upas) di pagi buta.
3. Raja Ampat & Kepulauan Maluku
Jika Anda ingin berlibur saat Pulau Jawa sedang puncak musim hujan (November hingga Maret), Raja Ampat (Papua Barat Daya) adalah pilihan paling ideal karena ombak laut cenderung tenang dan visibilitas bawah air sangat jernih.